Tampilkan postingan dengan label Areola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Areola. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2009

Si Cantik, Areola

cowok-liat-cewek

Areola! Hmm…kata yang indah! Pas untuk menamakan bagian organ wanita yang dikagumi kaum lelaki sepanjang jaman. Tapi apa itu areola? Mengapa punya sifat khusus warnanya yang lebih gelap? Inilah jawabannya.

Dalam ilmu anatomi, areola, yang kata jamaknya areolae, berasal dari bahasa latin area yang berarti ‘tempat terbuka’, digunakan untuk menjelaskan kulit berwarna gelap yang mengelilingi puting payudara manusia (areola mammae). Namun tidak hanya untuk payudara saja, ternyata istilah ini juga digunakan untuk menyebut lingkaran kecil daerah yang terinfeksi di sekitar jerawat atau bisul.

Satu alasan mengapa areola memiliki perbedaan warna dari daerah payudara lainnya, sebenarnya adalah merupakan tanda pembatas dimana saluran susu dan kelenjar mammary berada. Dengan Pemeriksaan yang berhati-hati pada puting wanita dewasa, akan ditemukan bebarapa lubang kecil yang tertata secara radial (memutar) di ujung puting (lactiferous ducts) dimana ASI keluar saar menyusui.

Lubang-lubang kecil lain di areola adalah kelanjar sebaceous yang dikenal dengan kelenjar Montgomery yang menyediakan pelumas untuk menjaga area disekitar putting saat dihisap bayi ataupun dipompa (sungguh Maha Agung, Tuhan telah menciptakan kita dengan kesempurnaan, dengan kerumitan dan ketelitian yang begitu dasyat….). Bintil kelenjar Montgomery akan terlihat jelas timbul di permukaan areola. Jaringan ini juga membantu aliran laktosa yang menjaga payudara agar tidak lecet saat bayi menyusu.

Penyebab lain adalah melimpahnya dua polimer, yaitu eumelanin, zat warna kulit (pigment) coklat dan pheomelanin pigmen merah. Secara genetis, dua polimer ini diturunkan untuk menentukan warna areola. Mulai dari kuning pucat sampai hampir hitam, namun umumnya cenderung lebih terang pada orang berwarna kulit terang dan lebih gelap pada orang berwarna kulit lebih gelap. Secara individu, areola juga dapat berubah sepanjang waktu, sejalan tubuh merespon perubahan hormonal karena menstruasi, pengobatan, dan bertambahnya usia. Saat paling mudah mengenali areola bertambah gelap adalah selama kehamilan. Pemulihan ke warna semula berlangsung setelah kelahiran, namun kembali lagi, beragam antar indivvidu.

Bentuk dan ukuran areola juga sangat beragam, pada wanita dewasa biasanya lebih lebar dari pria ataupun gadis sebelum masa pubertas. Areola manusia hampir semuanya berbentuk lingkaran, namun banyak pria yang memiliki areola berbentuk elips.

Diameter areola pria kebanyakan sekitar 2,5 cm, sedangkan wanita dewasa rata-rata 3 cm, wanita yang pernah melahirkan sekitar 10 cm. Sedangkan wanita yang sedang menyusui atau memiliki payudara yang lebih besar cenderung memiliki areola yang lebih besar.

Oh, si cantik areola…

Dari berbagai sumber.

Puting, Si Mungil Yang Menggairahkan

nipple-abstract

Rekan semua, capek juga ya selama dua bulan terakhir, kita bersama mengenal seluk beluk kanker payudara, mulai dari tanda-tanda, jenis, cara deteksi, hingga penangangannya. Nah, kali ini saya ingin break dulu, ach…! Pilihan saya jatuh untuk mengulas tentang puting payudara. Wow!! Si mungil yang menggairahkan itu tu…

Dalam anatomi makhluk mamalia, puting susu (nipple) atau mammary papilla atau teat merupakan kulit dimana terdapat 15-20 lubang keluaran (outlet) saluran susu (lactiferous ducts) yang tertata secara silindris mengelilingi ujung puting. Kulit puting memiliki banyak syaraf-syaraf khusus yang sensitif terhadap rangsangan.

Secara fisiologis, puting berfungsi untuk mengeluarkan ASI ke bayi. ASI diproduksi di dalam kelenjar susu (mammary glands) selama masa menyusui. Meski produksi ASI pada pria mungkin terjadi, puting susu pria tidak disarankan untuk disusu.

Bayi mamalia memiliki insting dasar kehidupan untuk menggerakkan kepalanya dan membawa mulutnya mencari puting susu saat wajahnya menempel di kulit ibunya. Begitu puting ditemukan, mulutnyapun segera menghisapnya.

Mamalia secara tipikal memiliki puting berjumlah genap, dan tertata secara berpasangan (berhadapan). Jika puting tidak tampak, mungkin itu tanda awal adanya kanker payudara. Puting terbentuk saat manusia masih berupa janin (embryo) disepanjang ‘garis-garis susu’ (milk lines). Hampir semua mamalia memiliki puting jamak (lebih dari satu).

Jumlah total puting adalah jumlah total anak yang dapat dilahirkan pada satu kali kelahiran, dan setengah dari jumlah puting merupakan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan dalam satu kali kelahiran.

Sebagai contoh, manusia. Puting wanita ada dua. Dua adalah jumlah bayi maksimal yang dapat dilahirkan dalam satu kali kehamilan berupa anak kembar. Namun rata-rata wanita melahirkan seorang bayi. Bayi kembar 3, 4 dan seterusnya merupakan kejadian luar biasa dengan probabilitas sangat-sangat kecil.


Dua puting susu wanita

Dua Puting Payudara Wanita

Pada mamalia primitif (monotreme seperti platypus di Australia), kelenjar susunya kosong dan menempel di kulit tanpa puting. Pada makhluk cetacean seperti ikan paus, bayinya tidak melakukan hisapan ke puting induknya karena struktur mulutnya. Puting paus tidak seperti mamalia lainnya. Tidak dengan dihisap, tapi keluarnya air susu karena kekuatan otot tubuh induk yang berhubungan dengan kelenjar susu. Bayi paus akan memasukkan tonjolan puting ke mulutnya, sang induk kemudian memompakan air susu ke dalam mulut si bayi.

Hampir semua manusia memiliki dua puting pada tubuhnya, terletak (hampir) di tengah-tengah payudaranya dan dikelilingi oleh area sensitif yang berwarna yang bernama areola. Janin manusia mengalami perkembangan beberapa puting disepanjang garis-garis susu (milk lines) yang dimulai dari axilla (ketiak) turun sepanjang otot perut terus sampai kedua selangkangan kiri dan kanan. Puting-puting ini akan menghilang sebelum kelahiran, namun ada juga kemungkinan tidak menghilang. Jika hal ini terjadi maka disebut supernumerary nipples atau polythelia, biasanya kosong tidak ada kelenjar susunya, kalaupun ada kemungkinannya sangat kecil.

Garis Susu dan Supernumerary Nipple

Garis Susu dan Supernumerary Nipple

Kelebihan Puting Sering Terjadi Di Sekitar payudara

Kelebihan Puting Sering Terjadi Di Sekitar Payudara

Namun Bagaimana Jika Puting Juga Tumbuh Di Telapak Kaki?

Namun Bagaimana Jika Puting Juga Tumbuh Di Telapak Kaki?

Zat warna kulit (pigment) puting dan areola adalah pigment cokelat (eumelanin) dan lebih banyak mengandung pigment merah (pheomelanin). Paparan suhu dingin dan menyusui merupakan penyebab utama puting mengalami ereksi. Ereksi puting merupakan bentuk refleks pilomotor yang menyebabkan puting dan areola berbintil-bintil.

female_nipple_profile

Perhatikan Puting dan Bintil di Areola

Rangsangan seksual juga dapat menyebabkan puting ereksi. Puting dan areola pria dan wanita merupakan reseptor erotis, bahkan mampu membuat seseorang mengalami orgasme. Kondisi ini biasanya disebut orgasme payudara. Meski mampu membuat orgasme saat diberi rangsangan, puting bukanlah organ seksual manusia karena semua manusia pria dan wanita memiliki puting..

Rata-rata puting wanita berukuran sekitar 1 cm. Saat hamil dan menyusui akan lebih panjang dan biasanya permanen (tidak kembali ke bentuk semula). Kehamilan juga meningkatkan pigmentasi, maka areoala dan puting biasanya lebih gelap saat hamil dan menyusui. Tonjolan puting dibentuk oleh sel otot silindris dan di areola terdapat bintil-bintil kecil yang disebut ‘Montgomery bodies’. Kelenjar Montgomery berisi pelumas agar saat wanita menyusui kulit areola dan puting tidak lecet.

Terkadang bayi (laki dan perempuan) saat lahir menghasilkan air susu. Hal ini disebut ‘witch’s milk’; yang disebabkan pengarih estrogen ibu saat dalam kandungan dan bereaksi terhadap bayi. Hal ini normal-normal saja dan akan berhenti beberapa hari setelah kelahiran.

Sumber:
http://wapedia.mobi/en/nipple
http://nytimes.com/imagepages/2007/08/01/health
http://catalog.nucleusinc.com
http://dermatology.cdlib.org