Tampilkan postingan dengan label deteksi kanker payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label deteksi kanker payudara. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2009

Mendeteksi Kanker dengan Ductography

mamo-secondpose

Rekan semua, kita telah ketahui bahwa salah satu tanda kanker payudara adalah keluarnya cairan dari puting. Puting, memiliki sekitar 15 sampai 20 lubang ASI dan cairan tersebut keluar dari salah satunya. Bagaimana kita dapat mengetahui saluran susu dan lubang puting mana yang bermasalah? Berikut tulisannya…

Ductography (juga disebut galactography) adalah satu tipe khusus dari pencitraan mamography yang dibuat kontras untuk memperlihatkan saluran air susu yang ada di dalam payudara. Ductography dapat membantu dalam mendiagnosis penyebab keluarnya cairan dari puting (nipple discharge) dan sangat baik untuk mendiagnosis intraductal papilloma dan kondisi abnormal lainnya. Papiloma adalah tumor non-kanker yang bentuknya seperti kutil dan memiliki akar dan cabang yang tumbuh di dalam saluran air susu. Papiloma merupakan penyebab paling umum terjadinya nipple discharge.

Pengeluaran cairan dari puting dapat disebabkan tumor non kanker (seperti papiloma) atau tumor kanker (seperti ductal acarcinoma in situ –DCIS). Namun bagaimanapun, mayoritas nipple discharge diakibatkan tumor jinak (non-kanker). Khususnya, cairan berwarna kuning hijau biru atau hitam biasanya dikategorikan tidak mencurigakan.

Sebagai contoh, cairan berwarna biru atau hitam sering berkaitan dengan kista jinak. Cairan yang bercampur darah, tidak berwarna, atau berwarna bening justru lebih mencurigakan, tapi biasanya hasil pemeriksaan lebih lanjut mendiagnosa bahwa kondisinya tidak membahayakan.

nipple-discharge

Bilateral nipple discharge (cairan keluar dari kedua puting payudara) biasanya tidak berbahaya dan tidak menuntut pemeriksaan dengan ductography atau prosedur yang lain. Namun bagaimanapun juga, semua cairan yang terus menerus keluar dari puting harus dilaporkan kepada dokter untuk diperiksa.

Apakah Semua Wanita Dapat Menjalani Ductography?

Hampir semua wanita dapat melakukan ductography, kecuali wanita dengan kondisi:

  1. Wanita dengan alergi berat terhadap media kontras pemeriksaan yang digunakan selama prosedur. (pada beberapa kasus, dimungkinkan melakukan ductography dengan pengobatan awal dan kontras non-ionik karena sebagian kecil kontras sebenarnya diserap tubuh selama prosedur)
  2. Wanita yang pernah menjalani operasi puting payudara yang menyebabkan tidak adanya koneksi sama sekali antara puting dengan salurannya. (hasilnya sangat terbatas, namun masih memiliki informasi dalam mendeteksi ketidaknormalan pada satu bagian kecil saluran di bawah puting)
  3. Wanita dengan kondisi puting sangat melesak ke dalam (retractive nipple) karena akan membuat prosedur sulit dilakukan.

Berbeda dengan screening mammography dan diagnostic mammography, ductography merupakan satu prosedur yang dikhususkan dan hanya dilakukan pada rumah sakit tertentu oleh ahli radiologi yag berpengalaman dengan ductography. Banyak fasilitas kesehatan melayani screening dan diagnostic mammography, tetapi tidak melayani ductography.

Bagaimana ductography dilakukan?

Prosedur ductography membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 jam.Pasien yang dirujuk melakukan ductography semuanya mengalami pengeluaran cairan dari puting. Sebelum menjalankan prosedur, puting akan dibersihkan dan disterilkan dengan alkhohol untuk membersihkan sisa cairan yang kering dan menempel pada puting. Petugas kemudian akan melakukan pijatan pada payudara untuk mendapatkan cairan.

Pasien yang mengalami nipple discharge, akan memiliki titik dimana saat dipencet cairan akan keluar. Setelah mengidentifikasi saluran yang mengeluarkan cairan, petugas radiologi akan menancapkan satu jarum (disebut blunt-tipped cannula) pada area di puting tersebut sementara pasien memegang putingnya dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Biasanya tanpa tarikan, puting hanya sedikit diarahkan ke bawah, hal ini diperlukan agar cannula dapat masuk ke dalam saluran air susu si pasien.

ducto-cannulaCannula, jarum bengkok di bagian ujungnya

Setelah cannula dapat masuk, sedikit cairan radiopaque (media kontras) disuntikkan ke dalam payudara melalui suntikan yang disambungkan ke cannula. Payudara kemudian dicitrakan dengan mammography. Kontras dari unsur radiopaque membantu pencitraan anatomi saluran air susu pada hasil pencitraan. Setelah selesai, puting ditempel plester untuk menghindari keluarnya cairan ke pakaian pasien.

Media kontras radiopaque adalah sebuah cairan obat yang dibuat dari zat yang melemahkan (attenuate) sinar X saat melintasi organ yang mengandung media kontras ini (pada kasus ini saluran air susu di payudara). Saluran air susu yang diisi media kontras akan terlihat lebih cerah dari hasil mamogram dan memungkinkan ahli radiologi melihat dengan lebih baik adanya intraductal papilloma atau ketidaknormalan lainnya yang terjadi. Ketidaknormalan pada payudara untuk sebagai titik hitam di tengah saluran air susu yang terlihat putih.

hasil-ducto-normal-ectasia-intrad-lesion-int-papiHasil Ductography

Hasil ductography:

  1. Gambar a. payudara normal
  2. Gambar b. payudara dengan duct ectasia
  3. Gambar c. payudara dengan luka di saluran susu
  4. Gambar d. payudara dengan intraductal papilloma

Jika petugas mengalami kesulitan dalam memasukkan cannula ke dalam saluran payudara, gel bius lokal atau kompres hangat biasa digunakan sebelum prosedur dilakukan kembali. Sebagian dokter melapisi ujung cannula dengan gel bius dan juga dioleskan pada permukaan puting. Jika cannula masih juga sulit masuk, setelah dilakukan tiga upaya tersebut di atas, prosedur biasanya dibatalkan dan dijadwalkan kembali satu atau dua minggu kemudian.

Apakah Ductography Menyakitkan?

Prosedur ductography dapat memberikan sedikit rasa tidak nyaman, namun secara keseluruhan tidak menyakitkan. Ductography akan lebih tidak nyaman, jika jumlah cairan yang keluar tidak cukup banyak karena akan menyulitkan dokter atau radiolog menemukan saluran mana yang menjadi sumber cairan. Kondisi ini akan membutuhkan pemeriksaan untuk menemukan saluaran yang tepat. Jika terdapat cairan yang cukup signifikan, jarum cannula lebih mudah dimasukan ke dalam saluaran payudara dan pasien pun hanya merasakan sedikit ketidaknyamanan.

Alat suntik digunakan untuk menyuntikkan media kontras melalui jarum cannula. Tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi menyebabkan sensasi “penuh” sama seperti saat payudara berisi ASI saat menyusui (laktasi). Jika pasien merasa “terlalu penuh” atau sakit saat media kontrasi disuntikkan, pasien harus memberitahu radiolog. Tujuan menyuntik penuh saluran aair susu dengan media kontras adalah untuk memperoleh gambar atau pencitraan sebagus mungkin. Sensasi tertekan atau penuh adalah tanda yang baik karena berarti saluran dalam kondisi penuh dan membesar (distended). Bagaimanapun juga, tetap harus hati-hati jangan sampai terlalu penuh karena justru dapat menghilangkan citra ketidaknormalan yang terjadi (terlalu kontras, sehingga noda/titik hitam justru tidak terlihat).

ducto-cannula-masukProses Pengisian Cairan Radiopaque

Pada beberapa kasus, extravasation dapat terjadi selama ductography berlangsung. Extravasation adalah aliran media kontras dari saluran payudara keluar ke jaringan payudara di sekitarnya. Jika ini terjadi, cannula akan dilepas dan pasien diberi pengobatan penghilang rasa sakit (seperti ibuprofen) jika diperlukan. Prosedur akan dijadwalkan kembali, biasanya satu atau dua minggu kemudian. Untuk membantu meminimalkan terjadinya extravasation, ductography harus dilakukan oleh ahli radiologi dengan pengalaman yang signifikan terkait prosedur yang dilakukan.

Penanganan Apa yang Biasa Mengikuti Ductography?

Ductogram (juga disebut galactogram) sebagai hasil uji ductography, tidak selalu mampu mengidentifikasi penyebab nipple discharge. Mayoritas pasien yang menjalani ductography akhirnya memerlukan pembedahan untuk menangani cairan yang ada. Pembedahan dilakukan untuk mengambil papilloma dan bintil-bintil lainnya yang ada di dalam saluran payudara.

Pada beberapa kasus, pengangkatan seluruh saluran dilakukan. Sebagai contoh, beberapa pasien dengan duct ectasia (pelebaran dan pengerasan saluran air susu) memerlukan pembedahan untuk mengangkat saluran yang terganggu jika penangan yang lain, seperti kompres panas tidak bisa membantu.

Bahkan jika penyebab keluarnya cairan dari puting tetap belum diketahui setelah ductography, ductogram masih dapat membantu dokter bedah menemukan saluran yang terganggu, jadi hanya saluran tersebut saja yang perlu diangkat. Biasanya akan dibarengi dengan mencampur zat warna biru dalam media kontras radiografik sehingga dokter bedah dapat melihat saluran yang tidak normal tersebut adalah yang berwarna biru.

Beberapa dokter bedah merasa ductography tidak diperlukan sepanjang pasien cenderung memilih untuk menjalani pembedahan. Bagaimanapun juga, mengidentifikasikan tipe ketidaknormalan, jumlah ketidaknormalan, serta penyebarannya di dalam peyudara akan sangat membantu dalam membantu dokter bedah mengangkat sesedikit mungkin jaringan atau memastikan untuk mengangkat seluruh jaringan tekait dengan penyebaran ketidaknormalan yang ada.

Mendeteksi Kanker Payudara dengan Mamografi

mammography

Rekan semua, ada beberapa metode pemeriksaan dan pendeteksian kanker payudara. Ada yang berupa gambar atau citra payudara, ada juga yang berupa laporan hasil uji laboratorium patologi. Salah satu metode yang mampu menangkap ketidaknormalan payudara dengan gambar adalah mamografi. Apa itu mamografi? bagaimana pemeriksaan dilakukan? Bagaimana gambar yang dihasilkan? Berikut ini uraiannya…

Mamografi (mammography) merupakan metode pencitraan payudara dengan menggunakan sinar X berdosis rendah. Tes yang sesungguhnya disebut mammogram. Terdapat dua tipe mammogram. Pertama, screening mammogram ditujukan untuk wanita dengan payudara yang tak bermasalah. Mencakup dua pencitraan sinar X untuk masing-masing payudara.

Kedua, diagnostic mammogram yang dilakukan untuk mengevaluasi ketidaknormalan pada pasien baru ataupun pasien lama yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan (sebagai contoh, wanita dengan kanker payudara yang ditangani dengan lumpectomy atau pengangkatan benjolan payudara). Sinar X tambahan dari sudut lain ataupun pencitraan khusus pada area tertentu (yang diduga ada kanker) pun dilakukan.

Mammogram dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, tempat praktik dokter ataupun fasilitas kesehatan lainnya yang menyediakan pemeriksaan payudara ini. Di Amerika Serikat, sejak 1 Oktober 1994, mammogram hanya dapat dilakukan di tempat yang mendapat sertifikat dari Food and Drug Administration (FDA). Tempat yang memiliki sertifikat FDA, secara resmi mendapat izin praktik, mengintepretasi gambar, serta mengembangkan mammogram.

Sebelum pemeriksaan, pasien akan diminta untuk mengisi formulir yang berisi informasi tingkat risiko kanker payudara serta mamografi yang dibutuhkan. Pasien akan dimintai keterangan tentang data diri dan sejarah kanker di keluarganya, detil menstruasi, catatan kelahiran, kontrasepsi yang digunakan, implant payudara, operasi payudara yang pernah dijalani, usia, serta terapi sulih hormonal (biasanya untuk wanita yang telah menopause). Mammogram sangat dianjurkan kepada wanita usia 40 tahun ke atas. Informasi tentang SADARI (periksa payudara sendiri) serta isu kesehatan payudara lainnya biasanya juga diberikan sebagai tambahan penjelasan.

Biasanya, mammogram dilakukan setelah ada diagnosis dari dokter, namun pasien juga dapat langsung datang ke tempat pemeriksaan (self-referral), dan sebelum dilakukan mammogram, pasien akan diminta keterangannya tentang apakah ada benjolan payudara, cairan yang keluar dari puting payudara, nyeri payudara, dan beberapa hal lain terkait tanda-tanda kanker payudara.

Posisi Saat Mammogram

Pasien akan diminta membuka baju dari pinggang ke atas dan diganti dengan pakaian rumah sakit. Kemudian berdiri di depan mesin mamografi. Penyinaran dilakukan satu per satu payudara dengan menempatkan payudara di atas penjepit lembar filem dari plastik atau metal. Kemudian, payudara akan ditekan sedatar mungkin diantara penjepit filem dan kotak plastic yang disebut paddle, yang menekan payudara dari atas ke bawah. Posisi ini disebut frontal-position. Proses berlangsung hanya beberapa detik saat sinar X dipancarkan. Tekanan yang baik dapat dirasakan tidak nyaman, tetapi hal ini diperlukan untuk menghasilkan gambar yang jelas dari seluruh jaringan payudara.

mamo-ringhtbreast

Langkah selanjutnya, pasien berposisi di samping mesin mamografi. Penjepit filem akan dinaikan sehingga sisinya persis dengan posisi luar payudara, sedangkan sudutnya menyentuh ketiak. Paddle akan menekan payudara kembali beberapa detik saat sinar X dipancarkan. Prosedur ini akan diulang untuk payudara satunya. Posisi ini disebut oblique-position. Totalnya empat sinar X, dua untuk masing-masing payudara. Sinar X tambahan dan teknik khusus biasanya diperlukan untuk mammogram diagnostic.

mammo_oblique

Mamogram dilihat dan diintepretasikan oleh seorang ahli radiology. Jika ditemukan area yang dicurigai atau menampakkan ketidaknormalan, sinar X tambahan akan direkomendasikan dan dapat dilakukan pada waktu yang sama. Namun biasanya, mammogram lanjutan akan dilakukan beberapa hari kemudian.

Pemeriksaan dengan mamografi biasanya membutuhkan waktu 15 sampai 30 menit. Pasien dengan mammogram diagnostic dapat membutuhkan waktu sampai 1 jam.

Perkembangan Teknologi Mamografi Digital

Sebuah riset penting bernama DMIST (Digital Mammographic Imaging Screening Trial) yang disponsori New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa 65% wanita akan diuntungkan dari penggunaan digital mamografi, dibandingkan mamografi tradisional yang menggunakan filem.

dig-mamomachine

Wanita tersebut adalah:

  1. Wanita dibawah 50 tahun (tanpa memandang tingkat kepadatan jaringan payudaranya).
  2. Wanita segala usia dengan jaringan payudara yang heterogeneously dense (sangat padat) atau extremely dense (kepadatan ekstrem).
  3. Wanita pada masa pre atau perimenopausal disegala usia (didefinisikan sebagai wanita yang mendapat menstruasi terakhir 12 bulan sebelum mamografi).

Di Amerika, National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan:

  1. Wanita usia 40 tahun harus periksa mamografi setiap satu atau dua tahun
  2. Wanita usia 50 tahun keatas harus periksa setiap satu atau dua tahun.
  3. Wanita dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi harus berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan mamografi sebelum usia 40 tahun.

Pada mamografi dengan filem (telah digunakan selama 35 tahun), gambar dihasilkan di lembar filem tersebut. Sekali gambar dihasilkan, tidak dapat dilakukan perubahan ataupun pengulangan. Jika gambar kurang terang, tidak dapat diperbaiki. Berbeda dengan mamografi digital yang menghasilkan gambar elektronik, gambar dapat diolah serta disimpan langsung di dalam komputer. Dengan teknologi digital, sensitivitas yang lebih tinggi dapat diciptakan dan akan sangat membantu pasien dengan ketidaknormalan payudara.

screenmamoHasil mammogram dengan filem.

Riset DMIST memperlihatkan bahwa mamografi digital secara signifikan terbukti lebih baik daripada mamografi filem, dalam pemeriksaan pada wanita di bawah 50 tahun, atau wanita segala usia dengan payudara yang memiliki kepadatan sangat tinggi. Teknologi digital telah mampu menangkap 30% lebih banyak ketidaknormalan payudara wanita yang melakukan pemeriksaan ini.

digitalmamoHasil Mammogram Digital

Sejak 1990, tingkat kematian wanita akibat kanker payudara telah menurun. Hal ini diyakini karena kemajuan teknologi deteksi kanker payudara serta meningkatnya kesadaran wanita untuk memeriksakan payudara mereka secara lebih dini. Saat ini, hanya sekitar 8% dari unit mamografi yang ada di Amerika yang telah berteknologi dan bersystem digital.

Suhu Payudara Naik? Awas Kanker Payudara!

thermo1

Rekan semua, berbagai tanda kanker payudara telah kita ketahui. Perubahan warna kulit, kulit mengkerut, puting tertarik ke dalam, juga keluarnya cairan dari puting merupakan tanda umum kanker payudara. Ternyata ada satu lagi kondisi yang harus kita waspadai. Perubahan suhu payudara! Naiknya suhu payudara ternyata merupakan indikasi gejala ketidaknormalan jaringan payudara. Bagaimana kita dapat mengetahuinya? Yuk kita simak bersama…

Thermografi payudara (breast thermography) merupakan satu prosedur diagnostic yang mencitrakan payudara sebagai langkah deteksi dini kanker payudara. Prosedur thermografi payudara didasarkan pada prinsip bahwa level kimiawi dan aktivitas pembuluh darah pada payudara dengan jaringan pra-kanker hampir selalu lebih tinggi dari payudara normal. Ketika massa pra-kanker dan kanker menjadi jaringan dengan metabolisme tinggi, mereka membutuhkan suplai nutrisi yang melimpah untuk mempertahankan pertumbuhannya.

Untuk itu, mereka meningkatkan sirkulasi selnya dengan memproduksi zat kimia yang mampu membuat pembuluh darah selalu dalam keadaan terbuka, mengaktifkan pembuluh darah yang macet, dan bahkan menciptakan pembuluh darah baru (neoangiogenesis). Proses ini menghasilkan peningkatan suhu di dalam payudara.

Thermografi payudara dilakukan dengan menggunakan kamera inframerah ultra sensitif (ultra-sensitive infrared cameras) dan computer canggih untuk mendeteksi, menganalisis, serta menghasilkan gambar (citra) diagnostik ber-resolusi tinggi yang mampu menagkap adanya perubahan temperature dan aktivitas pembuluh.

Prosedur berjalan dengan nyaman, tanpa rasa sakit, tanpa radiasi ataupun kompresi sebagaimana pada mamografi (mammography) dan ductography. Pasien berdiri di depan kamera dengan melepas pakaian dari pinggang ke atas. Posisi berdiri tegak dengan mengangkat kedua telapak tangan di di belakang kepala.

thermoposition

Dengan pemeriksaan secara cermat pada perubahan temperature dan pembuluh darah payudara, tanda adanya kemungkinan tumbuhnya sel pra-kanker atau kanker dapat terdeteksi sampai 10 tahun lebih awal jika dibandingkan dengan menggunakan prosedur lain, seperti atau mammography dan ductography. Hal ini dapat terjadi karena thermografi payudara sangat sangat sensitive, sehingga perubahan temperature dan pembuluh darah dapat diketahui, sebagai tanpa paling awal kanker payudara dan atau kondisi pra-kanker payudara.

Thermografi payudara telah diteliti selama lebih dari 30 tahun, dan lebih dari 800 ulasan studi thermografi telah dihasilkan. Selama rentang waktu penelitian tersebut di atas, lebih dari 250.000 wanita berusia 12 tahun ke atas, berpartisipasi di dalamnya,. Hasilnya, menunjukkan bahwa tingkat sensitivitas thermografi payudara mencapai 90%.

Penetian menunjukkan bahwa:

  1. Citra inframerah yang tidaknormal merupakan tanda penting adanya risiko tinggi terjadinya kanker payudara.
  2. Wanita dengan sejarah keluarga kanker payudara memiliki risiko 8 kali lipat lebih tinggi dari orang tuanya.
  3. Ketidaknormalan yang tetap tertangkap pada pemeriksaan thermografi berikutnya menandakan risiko terkena kanker payudara di masa mendatang 22 kali lipat lebih tinggi.
  4. Ketika wanita dengan ketidaknormalan tersebut menjalani perawatan kesehatan payudara, maka tingkat bertahan hidupnya naik sekitar 61%.
  5. Akhirnya, jika digunakan pendekatan multimodal (uji klinis, mamografi, dan thermografi), 95% stadium awal kanker payudara akan terdeteksi.

Hasil positif adanya pertambahan suhu payudara mengindikasikan munculnya berbagai ketidaknormalan payudara seperti mastitis, tumor jinak, kista payudara, kanker payudara, juga penyakit lainnya.

Sebagaimana sidik jari, setiap pasien akan memperlihatkan “peta” payudaranya masing-masing. Pemeriksaan secara regular akan menghasilakn serial gambar “peta” payudara seorang wanita yang dapat menunjukkan tanda awal adanya ketidaknormalan. Pada pasien tanpa kanker, hasil pemeriksaan dapat digunakan untuk mengindikasikan tingkat risiko munculnya kanker payudara di masa mendatang.

thermo2Citra Payudara Sehat dengan Warna Biru dan Hijau

Sebaliknya, pada pasien dengan tanda ketidaknormalan, citra inframerah thermografi memberikan peringatan dini. Dengan melakukan pemeriksaan lanjutan secara teratur dengan thermografi, sadari (periksa payudara sendiri), uji klinis, dan uji-uji lainnya, maka pasien tersebut memiliki peluang mendeteksi kanker payudara lebih baik pada stadium awal, serta mencegah pertumbuhan tumor invasif.

thermo3Citra Payudara Kiri dengan Ketidaknormalan-Grayscale (Hitam) dan Color (Merah)

Kemampuan thermografi payudara dalam mendeteksi kondisi pra-kanker payudara atau gejala kanker pada stadium yang sangat-sangat dini, terletak pada kemampuan unik untuk menangkap variasi suhu dan perubahan pembuluh darah yang diakibatkan perubahan (paling awal) fungsi jaringan.

Namun bagaimanapun, thermografi payudara ada kekurangannya, yaitu tidak memiliki kemampuan untuk menunjukkan lokasi tumor. Sehingga pemeriksaan thermografi harus diikuti dengan pemeriksaan mamografi dan uji fisik untuk memastikannya.

Thermografi payudara tidak dapat menggantikan mamografi, begitu juga sebaliknya mamografi tidak dapat menggantikan thermografi payudara, kedua saling melengkapi.

Ketika diumumkan bahwa 1 diantara 8 wanita memiliki risiko mengidap kanker payudara, maka wanita (terutama yang memiliki sejarah keluarga pengidap kanker payudara) harus menggunakan semua cara untuk mendeteksi kanker sejak dini agar tingkat kesembuhan dan bertahan hidup kita menjadi lebih tinggi.

Melakukan sadari (periksa payudara sendiri), uji fisik, thermografi dan mamografi. Jika kanker terdeteksi pada stadium awal, tingkat kesembuhan mencapai 95%. Dan, thermografi payudara yang mampu menangkap ketidaknormalan payudara pada stadium yang sangat-sangat dini (10 tahun lebih awal), tentunya merupakan sebuah kabar gembira bagi kaum hawa.

USG Payudara. Apa Itu?

breast-ct

Periksa USG. Pasti yang lekat di benak kita adalah periksa kehamilan. Pemeriksaan kandungan yang mampu memberikan informasi kondisi kesehatan juga jenis kelamin si jabang bayi sebelum kelahirannya, saat ini menjadi sebuah keharusan setiap pasangan yang menantikan kelahiran buah hati. Tapi, apakah rekan semua juga pernah mendengar tentang USG payudara? Apa itu USG payudara? Berikut tulisan saya…

USG payudara (breast ultrasound) yang juga dikenal dengan sonography atau ultrasonography, sering digunakan untuk mengevaluasi ketidaknormalan payudara yang ditemukan pada hasil mammographyscreening atau mammography diagnostic atau uji klinis payudara. USG memberi kebebasan orientasi pencitraan payudara hampir dari arah manapun, karena fleksibilitas alat yang digerakkan tangan untuk memeriksa seluruh bagian payudara.

USG sangat bagus untuk mencitrakan kista payudara: kantung bulat, berisi cairan, di dalam payudara. USG dengan cepat dapat menemukan kista (selalu non kanker) ataupun pertambahan volume jaringan padat (dense mass) yang biasanya dirujuk dilakukannya biopsy untuk menentukan apakah jaringan tersebut bersifat ganas (cancerous).

breast-cyst_usgHasil USG Payudara, Lubang2 Hitam di Sebelah Kiri adalah Kista

Jika hasil pemeriksaan USG dan mammogram keduanya memberikan hasil negative (tidak terlihat tanda adanya kanker), tetapi dokter masih curiga karena adanya massa padat ataupun penebalan payudara, maka seorang pasien akan menjalani proses lanjutan berupa biopsy payudara yang disebut fine needle aspiration biopsy (FNA) di area yang dicurigai tersebut.

Meski USG memiliki kemampuan gambar yang kontras, namun kurang dalam hal detil dan kalah baik dengan hasil mammography tradisional sekalipun. Karenanya badan administrasi makanan dan obat Amerika - U.S. Food and Drug Administration (FDA) tidak merekomendasikan USG payudara sebagai metode deteksi kanker payudara. Lebih jauh, USG digunakan untuk menyelidiki ketidaknormalan yang ditemukan pada hasil mammography atau uji payudara. Saat ini FDA hanya menyetujui mammography sebagai metode deteksi kanker payudara pada wanita tanpa gejala kanker payudara (asymptomatic women).

USG versus Mammography

USG memiliki reseolusi kontras yang sangat baik. USG dapat menemukan kista dan membedakannya dengan area jaringan payudara normal dengan gambar yang jelas. Namun, USG tidak memiliki resolusi spasial yang baik seperti pada mammography sehingga tidak dapat memberikan gambar (citra) sedetil hasil mammography.

mammography_digintradHasil Pencitraan dengan Mammograpgy Digital dan Tradisional

USG juga tidak mampu mendeteksi terjadinya kalsifikasi mikro (microcalcifications), yaitu penumpukan kalsium yang merupakan indikasi pertama terjadinya kanker payudara. Sebaliknya, mammography mampu memberikan citra kalsifikasi dengan sangat baik.

Meski hampir seluruh benjolan payudara dapat ditemukan dengan mammography atau USG, beberapa ketidaknormalan payudara terlewat dari deteksi kedua pemeriksaan ini. Contohnya, benjolan dapat dirasakan, tapi tidak terlihat pada gambar mammography atau USG. Jika hal tersebut terjadi, maka fine needle aspiration biopsy (FNA) akan dilakukan. Kurang dari 30% hasil biopsy yang menunjukkan hasil kanker. Pada kasus dimana ketidaknormalan tidak terlihat pada mammography atau USG, peluang terjadinya kanker payudara sangat kecil.

Kekurangan USG

USG membutuhkan waktu untuk menangkap ketidaknormalan payudara berdasar:

  1. Kedalaman lokasi ketidaknormalan di dalam payudara.
  2. Faktor peralatan dan operator.
  3. Kontras gambar antara jaringan normal dan tidak normal.

USG kurang baik dalam mendeteksi kanker payudara karena :

  1. Resolusi spasial yang rendah sehingga tidak mampu menghasilkan gambar detil.
  2. Tidak dapat mendeteksi penumpukan kalsium pada tumor payudara.
  3. Efektivitsnya sangat bergantung kecakapan dan kerampilan operator.
  4. Tidak dapat mendokumentasikan jaringan payudara yang telah diperiksa.
  5. Kegagalan hasil (kontras-hitam putih) dapat terjadi.

Bagaimana USG Payudara Dilakukan?

USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar (citra) payudara. Gelombang suara frekuensi tinggi tersebut dipancarkan dari sebuah tranduser ke payudara. Pantulan gelombang suara dari payudara ditangkap oleh tranduser dan kemudian diterjemahkan oleh sebuah komputer menjadi sebuah gambar (citra) yang terlihat di layar monitor.

breastusg

Sebelum pemeriksaan dimulai, pasien akan berbaring pada tempat khusus. Payudara akan diolesi dengan gel. Gel tersebut berfungsi sebagai pelumas kulit dan membantu transmisi gelombang suara.

Saat pemeriksaan dimulai, dokter atau petugas akan menggeser-geserkan transduser di payudara. Transduser akan memancarkan dan menangkap pantulan gelombang suara. Komputer akan menganalisis pantulan suara tersebut dan menggambarkannya di layar monitor. Bentuk dan intensitas pantulan begantung pada kepadatan jaringan payudara.

Jika sebuah kista payudara sedang digambarkan, hampir seluruh gelombang suara akan melewati kista serta menghasilkan pantulan yang lemah. Jika tumor payudara yang digambarkan, gelombang suara akan memantul dari benda padat tersebut dan pola pantulannya diterjemahkan oleh komputer menjadi gambar yang dikenali/diindikasikan sebagai massa solid. Selama pemeriksaan pasien akan merasakan sedikit tekanan dari transduser.

Pemeriksaan USG akan berakhir setelah 20 atau 30 menit, namun akan lebih lama jika operator sulit menemukan ketidaknormalan yang dilaporkan. USG tidak menggunakan radiasi dan bebas rasa sakit.

Mengenal Biopsi Payudara

needlebiopsy2

Rekan semua, untuk mengetahui adanya kanker pada payudara, selain dengan pemeriksaan yang bersifat pencitraan (gambar), juga dapat dengan cara mengambil contoh jaringan payudara. Tahukah rekan-rekan tentang biopsi payudara? Bagaimana biopsi dilakukan? Adakah tipe-tipenya? Berikut ini tulisan yang saya rangkum dari berbagai sumber…

Biopsi payudara (breast biopsy) merupakan tindakan untuk mengambil contoh jaringan payudara dan dilihat di bawah lensa mikroskop untuk mengetahui adanya sel kanker payudara. Tindak biopsy payudara biasanya dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut benjolan payudara yang ditemukan saat pemeriksaan dengan mammogram atau USG payudara.

Hasil biopsy payudara akan memberikan jawaban apakah contoh jaringan payudara pada benjolan merupakan bersifat kanker-ganas (malignant) atau non kanker-jinak (benign).

Terdapat beberapa cara untuk melakukan biopsy payudara.

Yang umum dilakukan adalah:

1. Fine-needle aspiration biopsy (FNA) – menggunakan jarum kecil yang dimasukkan melalui kulit payudara dan dari ujung jarum tersebut, contoh jaringan diambil untukkemudian diperiksa. FNA biasanya digunakan untuk mengambil contoh jaringan benjolan yang padat atau berisi cairan (kista). Jika benar kista, maka akan kempis setelah semua cairan diambil. Jika tidak ada cairan, tipe biopsy lain akan dilakukan.

fine-needle-biopsy

2. Core needle biopsy – menggunakan jarum yang lebih besar dengan bentuk ujung yang khusus. Jarum dimasukkan, menembus kulit sampai ke benjolan, dan contoh jaringan diambil seukuran ujung pensil. Biopsi jenis ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan unit penyedot yang secara perlahan akan mengambil contoh jaringan yang lebih besar.

core-needle-biopsy

3. Stereotactic biopsy – menggunakan sinar X tipe khusus dengan jarum yang sama tipenya dengan core needle biopsy. Teknik ini dapat menemukan benjolan yang tidak dapat dirasakan dengan rabaan, tetapi terlihat saat pemeriksaan dengan mammogram atau USG payudara. Sayatan kecil dibuat di kulit payudara untuk memudahkan jarum masuk ke payudara dengan panduan sinar X. Stereotactic biopsy hanya diberlakukan untuk kasus-kasus tertentu dan hanya dokter ahli yang mengijinkan dilakukannya biopsy ini.

stereotacticbiopsy

4. Open biopsy – biopsy terbuka dengan mengiris kulit dan mengambil sebagian atau seluruh benjolan. Jika dokter tidak dapat merasakan adanya benjolan, jarum atau kabel khusus akan dimasukkan ke area yang dicurigai saat pemeriksaan mammogram sebelum pembedahan dilakukan. Gambar jarum atau kabel tersebut akan membantu dokter menentukan area di mana benjolan terjadi dan menentukan sayatan bedah yang harus dilakukan untuk mengambil benjolan tersebut.

open-biopsy

Pemeriksaan dan biopsy lanjutan akan dilakukan jika ditemukan masalah (tanda-tanda adanya kanker) pada biopsi pertama.

Sumber :
http://women.webmd.com
http://nlm.nih.gov
http://healthinformation.centracare.com
http://revolutionhealth.com
http://mayoclinic.com