Tampilkan postingan dengan label mamografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mamografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2009

Mendeteksi Kanker Payudara dengan Mamografi

mammography

Rekan semua, ada beberapa metode pemeriksaan dan pendeteksian kanker payudara. Ada yang berupa gambar atau citra payudara, ada juga yang berupa laporan hasil uji laboratorium patologi. Salah satu metode yang mampu menangkap ketidaknormalan payudara dengan gambar adalah mamografi. Apa itu mamografi? bagaimana pemeriksaan dilakukan? Bagaimana gambar yang dihasilkan? Berikut ini uraiannya…

Mamografi (mammography) merupakan metode pencitraan payudara dengan menggunakan sinar X berdosis rendah. Tes yang sesungguhnya disebut mammogram. Terdapat dua tipe mammogram. Pertama, screening mammogram ditujukan untuk wanita dengan payudara yang tak bermasalah. Mencakup dua pencitraan sinar X untuk masing-masing payudara.

Kedua, diagnostic mammogram yang dilakukan untuk mengevaluasi ketidaknormalan pada pasien baru ataupun pasien lama yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan (sebagai contoh, wanita dengan kanker payudara yang ditangani dengan lumpectomy atau pengangkatan benjolan payudara). Sinar X tambahan dari sudut lain ataupun pencitraan khusus pada area tertentu (yang diduga ada kanker) pun dilakukan.

Mammogram dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, tempat praktik dokter ataupun fasilitas kesehatan lainnya yang menyediakan pemeriksaan payudara ini. Di Amerika Serikat, sejak 1 Oktober 1994, mammogram hanya dapat dilakukan di tempat yang mendapat sertifikat dari Food and Drug Administration (FDA). Tempat yang memiliki sertifikat FDA, secara resmi mendapat izin praktik, mengintepretasi gambar, serta mengembangkan mammogram.

Sebelum pemeriksaan, pasien akan diminta untuk mengisi formulir yang berisi informasi tingkat risiko kanker payudara serta mamografi yang dibutuhkan. Pasien akan dimintai keterangan tentang data diri dan sejarah kanker di keluarganya, detil menstruasi, catatan kelahiran, kontrasepsi yang digunakan, implant payudara, operasi payudara yang pernah dijalani, usia, serta terapi sulih hormonal (biasanya untuk wanita yang telah menopause). Mammogram sangat dianjurkan kepada wanita usia 40 tahun ke atas. Informasi tentang SADARI (periksa payudara sendiri) serta isu kesehatan payudara lainnya biasanya juga diberikan sebagai tambahan penjelasan.

Biasanya, mammogram dilakukan setelah ada diagnosis dari dokter, namun pasien juga dapat langsung datang ke tempat pemeriksaan (self-referral), dan sebelum dilakukan mammogram, pasien akan diminta keterangannya tentang apakah ada benjolan payudara, cairan yang keluar dari puting payudara, nyeri payudara, dan beberapa hal lain terkait tanda-tanda kanker payudara.

Posisi Saat Mammogram

Pasien akan diminta membuka baju dari pinggang ke atas dan diganti dengan pakaian rumah sakit. Kemudian berdiri di depan mesin mamografi. Penyinaran dilakukan satu per satu payudara dengan menempatkan payudara di atas penjepit lembar filem dari plastik atau metal. Kemudian, payudara akan ditekan sedatar mungkin diantara penjepit filem dan kotak plastic yang disebut paddle, yang menekan payudara dari atas ke bawah. Posisi ini disebut frontal-position. Proses berlangsung hanya beberapa detik saat sinar X dipancarkan. Tekanan yang baik dapat dirasakan tidak nyaman, tetapi hal ini diperlukan untuk menghasilkan gambar yang jelas dari seluruh jaringan payudara.

mamo-ringhtbreast

Langkah selanjutnya, pasien berposisi di samping mesin mamografi. Penjepit filem akan dinaikan sehingga sisinya persis dengan posisi luar payudara, sedangkan sudutnya menyentuh ketiak. Paddle akan menekan payudara kembali beberapa detik saat sinar X dipancarkan. Prosedur ini akan diulang untuk payudara satunya. Posisi ini disebut oblique-position. Totalnya empat sinar X, dua untuk masing-masing payudara. Sinar X tambahan dan teknik khusus biasanya diperlukan untuk mammogram diagnostic.

mammo_oblique

Mamogram dilihat dan diintepretasikan oleh seorang ahli radiology. Jika ditemukan area yang dicurigai atau menampakkan ketidaknormalan, sinar X tambahan akan direkomendasikan dan dapat dilakukan pada waktu yang sama. Namun biasanya, mammogram lanjutan akan dilakukan beberapa hari kemudian.

Pemeriksaan dengan mamografi biasanya membutuhkan waktu 15 sampai 30 menit. Pasien dengan mammogram diagnostic dapat membutuhkan waktu sampai 1 jam.

Perkembangan Teknologi Mamografi Digital

Sebuah riset penting bernama DMIST (Digital Mammographic Imaging Screening Trial) yang disponsori New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa 65% wanita akan diuntungkan dari penggunaan digital mamografi, dibandingkan mamografi tradisional yang menggunakan filem.

dig-mamomachine

Wanita tersebut adalah:

  1. Wanita dibawah 50 tahun (tanpa memandang tingkat kepadatan jaringan payudaranya).
  2. Wanita segala usia dengan jaringan payudara yang heterogeneously dense (sangat padat) atau extremely dense (kepadatan ekstrem).
  3. Wanita pada masa pre atau perimenopausal disegala usia (didefinisikan sebagai wanita yang mendapat menstruasi terakhir 12 bulan sebelum mamografi).

Di Amerika, National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan:

  1. Wanita usia 40 tahun harus periksa mamografi setiap satu atau dua tahun
  2. Wanita usia 50 tahun keatas harus periksa setiap satu atau dua tahun.
  3. Wanita dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi harus berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan mamografi sebelum usia 40 tahun.

Pada mamografi dengan filem (telah digunakan selama 35 tahun), gambar dihasilkan di lembar filem tersebut. Sekali gambar dihasilkan, tidak dapat dilakukan perubahan ataupun pengulangan. Jika gambar kurang terang, tidak dapat diperbaiki. Berbeda dengan mamografi digital yang menghasilkan gambar elektronik, gambar dapat diolah serta disimpan langsung di dalam komputer. Dengan teknologi digital, sensitivitas yang lebih tinggi dapat diciptakan dan akan sangat membantu pasien dengan ketidaknormalan payudara.

screenmamoHasil mammogram dengan filem.

Riset DMIST memperlihatkan bahwa mamografi digital secara signifikan terbukti lebih baik daripada mamografi filem, dalam pemeriksaan pada wanita di bawah 50 tahun, atau wanita segala usia dengan payudara yang memiliki kepadatan sangat tinggi. Teknologi digital telah mampu menangkap 30% lebih banyak ketidaknormalan payudara wanita yang melakukan pemeriksaan ini.

digitalmamoHasil Mammogram Digital

Sejak 1990, tingkat kematian wanita akibat kanker payudara telah menurun. Hal ini diyakini karena kemajuan teknologi deteksi kanker payudara serta meningkatnya kesadaran wanita untuk memeriksakan payudara mereka secara lebih dini. Saat ini, hanya sekitar 8% dari unit mamografi yang ada di Amerika yang telah berteknologi dan bersystem digital.

Suhu Payudara Naik? Awas Kanker Payudara!

thermo1

Rekan semua, berbagai tanda kanker payudara telah kita ketahui. Perubahan warna kulit, kulit mengkerut, puting tertarik ke dalam, juga keluarnya cairan dari puting merupakan tanda umum kanker payudara. Ternyata ada satu lagi kondisi yang harus kita waspadai. Perubahan suhu payudara! Naiknya suhu payudara ternyata merupakan indikasi gejala ketidaknormalan jaringan payudara. Bagaimana kita dapat mengetahuinya? Yuk kita simak bersama…

Thermografi payudara (breast thermography) merupakan satu prosedur diagnostic yang mencitrakan payudara sebagai langkah deteksi dini kanker payudara. Prosedur thermografi payudara didasarkan pada prinsip bahwa level kimiawi dan aktivitas pembuluh darah pada payudara dengan jaringan pra-kanker hampir selalu lebih tinggi dari payudara normal. Ketika massa pra-kanker dan kanker menjadi jaringan dengan metabolisme tinggi, mereka membutuhkan suplai nutrisi yang melimpah untuk mempertahankan pertumbuhannya.

Untuk itu, mereka meningkatkan sirkulasi selnya dengan memproduksi zat kimia yang mampu membuat pembuluh darah selalu dalam keadaan terbuka, mengaktifkan pembuluh darah yang macet, dan bahkan menciptakan pembuluh darah baru (neoangiogenesis). Proses ini menghasilkan peningkatan suhu di dalam payudara.

Thermografi payudara dilakukan dengan menggunakan kamera inframerah ultra sensitif (ultra-sensitive infrared cameras) dan computer canggih untuk mendeteksi, menganalisis, serta menghasilkan gambar (citra) diagnostik ber-resolusi tinggi yang mampu menagkap adanya perubahan temperature dan aktivitas pembuluh.

Prosedur berjalan dengan nyaman, tanpa rasa sakit, tanpa radiasi ataupun kompresi sebagaimana pada mamografi (mammography) dan ductography. Pasien berdiri di depan kamera dengan melepas pakaian dari pinggang ke atas. Posisi berdiri tegak dengan mengangkat kedua telapak tangan di di belakang kepala.

thermoposition

Dengan pemeriksaan secara cermat pada perubahan temperature dan pembuluh darah payudara, tanda adanya kemungkinan tumbuhnya sel pra-kanker atau kanker dapat terdeteksi sampai 10 tahun lebih awal jika dibandingkan dengan menggunakan prosedur lain, seperti atau mammography dan ductography. Hal ini dapat terjadi karena thermografi payudara sangat sangat sensitive, sehingga perubahan temperature dan pembuluh darah dapat diketahui, sebagai tanpa paling awal kanker payudara dan atau kondisi pra-kanker payudara.

Thermografi payudara telah diteliti selama lebih dari 30 tahun, dan lebih dari 800 ulasan studi thermografi telah dihasilkan. Selama rentang waktu penelitian tersebut di atas, lebih dari 250.000 wanita berusia 12 tahun ke atas, berpartisipasi di dalamnya,. Hasilnya, menunjukkan bahwa tingkat sensitivitas thermografi payudara mencapai 90%.

Penetian menunjukkan bahwa:

  1. Citra inframerah yang tidaknormal merupakan tanda penting adanya risiko tinggi terjadinya kanker payudara.
  2. Wanita dengan sejarah keluarga kanker payudara memiliki risiko 8 kali lipat lebih tinggi dari orang tuanya.
  3. Ketidaknormalan yang tetap tertangkap pada pemeriksaan thermografi berikutnya menandakan risiko terkena kanker payudara di masa mendatang 22 kali lipat lebih tinggi.
  4. Ketika wanita dengan ketidaknormalan tersebut menjalani perawatan kesehatan payudara, maka tingkat bertahan hidupnya naik sekitar 61%.
  5. Akhirnya, jika digunakan pendekatan multimodal (uji klinis, mamografi, dan thermografi), 95% stadium awal kanker payudara akan terdeteksi.

Hasil positif adanya pertambahan suhu payudara mengindikasikan munculnya berbagai ketidaknormalan payudara seperti mastitis, tumor jinak, kista payudara, kanker payudara, juga penyakit lainnya.

Sebagaimana sidik jari, setiap pasien akan memperlihatkan “peta” payudaranya masing-masing. Pemeriksaan secara regular akan menghasilakn serial gambar “peta” payudara seorang wanita yang dapat menunjukkan tanda awal adanya ketidaknormalan. Pada pasien tanpa kanker, hasil pemeriksaan dapat digunakan untuk mengindikasikan tingkat risiko munculnya kanker payudara di masa mendatang.

thermo2Citra Payudara Sehat dengan Warna Biru dan Hijau

Sebaliknya, pada pasien dengan tanda ketidaknormalan, citra inframerah thermografi memberikan peringatan dini. Dengan melakukan pemeriksaan lanjutan secara teratur dengan thermografi, sadari (periksa payudara sendiri), uji klinis, dan uji-uji lainnya, maka pasien tersebut memiliki peluang mendeteksi kanker payudara lebih baik pada stadium awal, serta mencegah pertumbuhan tumor invasif.

thermo3Citra Payudara Kiri dengan Ketidaknormalan-Grayscale (Hitam) dan Color (Merah)

Kemampuan thermografi payudara dalam mendeteksi kondisi pra-kanker payudara atau gejala kanker pada stadium yang sangat-sangat dini, terletak pada kemampuan unik untuk menangkap variasi suhu dan perubahan pembuluh darah yang diakibatkan perubahan (paling awal) fungsi jaringan.

Namun bagaimanapun, thermografi payudara ada kekurangannya, yaitu tidak memiliki kemampuan untuk menunjukkan lokasi tumor. Sehingga pemeriksaan thermografi harus diikuti dengan pemeriksaan mamografi dan uji fisik untuk memastikannya.

Thermografi payudara tidak dapat menggantikan mamografi, begitu juga sebaliknya mamografi tidak dapat menggantikan thermografi payudara, kedua saling melengkapi.

Ketika diumumkan bahwa 1 diantara 8 wanita memiliki risiko mengidap kanker payudara, maka wanita (terutama yang memiliki sejarah keluarga pengidap kanker payudara) harus menggunakan semua cara untuk mendeteksi kanker sejak dini agar tingkat kesembuhan dan bertahan hidup kita menjadi lebih tinggi.

Melakukan sadari (periksa payudara sendiri), uji fisik, thermografi dan mamografi. Jika kanker terdeteksi pada stadium awal, tingkat kesembuhan mencapai 95%. Dan, thermografi payudara yang mampu menangkap ketidaknormalan payudara pada stadium yang sangat-sangat dini (10 tahun lebih awal), tentunya merupakan sebuah kabar gembira bagi kaum hawa.