Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olah raga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2009

Keseringan Memantul? Melorot, Dech!

sports-bra

Peringatan bagi rekan wanita yang berolah raga tanpa mengenakan bra sport yang memiliki daya topang payudara yang baik bahwa faktor pantul akan memberikan dampak melorot dan bengkaknya asset kewanitaan tersebut. Haa?? Gimana ceritanya??

Penelitian baru-baru ini memperlihatkan bahwa aktivitas fisik yang berat akan menimbulkan tarikan dan regangan kulit dan jaringan (stretching the skin and tissue) di dalamnya jika tidak ditopang dengan bra yang tepat. Bra sport harus dikenakan meski olah raga yang dilakukan hanyalah gerakan fisik yang ringan sekalipun. Hal ini akan mencegah melorotnya payudara.

Sebuah kelompok wanita usia 18 sampai 35 tahun telah dipantau saat lari di atas papan treadmill.

treadmill

Mereka dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok. Kelompok pertama, tanpa mengenakan bra. Kedua, mengenakan bra normal sehari-hari. Ketiga, mengenakan bra sport. Ukuran cup wanita-wanita tersebut bervariasi dari A sampai G (besar amat, ya??).

sportbra1Penelitian memperlihatkan bahwa payudara yang tidak ditopang- :”memantul” dengan bebas rata-rata 3,5 inches (sekitar 8,75cm) setiap kali kaki melangkah. Selama berlari sejauh 1 mil (1,609km), payudara wanita dengan ukuran cup 36C memantul sejauh 157 yard (143,5608meter)!

Untuk wanita dengan payudara ukuran G memantul 5,5 inches (13,97cm) tiap kaki melangkah atau 253 yard (231,3432meter) per mil! Payudara pun mengalami stress yang hebat.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, simak video berikut:

That’s really surprising me!

Kelompok kedua yang mengenakan bra normal, pantulan payudara mampu dikurangi rata-rata 38 persen, dan kelompok ketiga dengan sport bra, pantulan yang terjadi mampu direduksi hingga 74 persen.

Peneliti di Universitas Portshmouth menemukan bahwa payudara memantul hampir di setiap waktu, saat pemiliknya melakukan gerakan, berjalan, berlari, mealoncat dan sebagainya. Mereka percaya bahwa tiga perempat wanita yang melakukan latihan fisik secara rutin tidak mengenakan bra yang tepat.

Dr. Joanna Scurr, ketua tim penelitian tersebut di atas mengatakan bahwa hasil studinya memperlihatkan bahwa pantulan payudara yang terjadi akan menyebabkan nyeri dan sakit, bahkan pembengkakan. Gerakan pantulan pada payudara akan memberikan tarikan pada jaringan dan struktur payudara yang lembut (bahkan cenderung fragile).

“Di dalam payudara tidak ada penopang apapun, kulit dan jaringan payudara sangatlah lemah”, katanya



“Artinya, jika payudara tertarik terus menerus maka mereka akan teregang dan tidak kembali, yang pada akhirnya mengakibatkan payudara melorot.”

“Kita memang harus meluangkan waktu untuk berolah raga, memilih sepatu yang baik dan nyaman memang penting, namun mengenakan bra yang tepat juga sama pentingnya, lho?!,” tambahnya.

Wah, kok pake lho segala…ngomong-ngomong mbak Joanna dari mana ya? :)

Rekan wanita sebangsa setanah air, ternyata berolah raga belum tentu membawa hasil yang baik bagi payudara kita Bukan payudara kencang dan indah yang kita perolah tapi malah payudara melorot, jika bra yang kita pakai salah. :(

Sumber : http://www.independent.ie

Senin, 21 September 2009

Lawan Breast Cancer dengan Olah Raga

woman-physical-trainer_nri0253

Rekan semua, melakukan aktifitas fisik lebih dari satu jam dalam seminggu di usia 30 tahun ke atas, diyakini dapat mengurangi risiko pertumbuhan sel kanker payudara pada kaum perempuan. Hasil riset ini diungkapkan pada pertemuan tahunan American College of Sports Medicine’s di Seattle.

Dalam riset tersebut, Lisa Sprod beserta rekannya dari University of Northern Colorado, Greeley, menanyakan kepada sekitar 4296 responden perempuan mengenai aktivitas fisik yang mereka lakukan selama masa hidupnya. Tim peneliti membagi responden ke dalam 4 tingkatan usia, yaitu 10-15 tahun, 15-30 tahun, 30-50 tahun dan 50 tahun ke atas.

Kemudian tim peneliti juga menanyakan berapa lama biasanya mereka melakukan olahraga, apakah kurang dari 60 menit, sekitar 60 menit atau lebih dari 60 menit.

Dari hasil riset ditemukan bahwa aktivitas perkembangan sel kanker payudara pada perempuan yang melakukan aktifitas fisik di usia antara 10-30 tahun, ternyata tidak terlalu terlihat perbedaanya. Namun pertumbuhan sel kanker tersebut secara signifikan berkurang pada perempuan yang aktif berolahraga di atas usia 30 tahun.

exercisewoman

Lebih lanjut tim peneliti mengungkapkan, pada kelompok perempuan berusia 30-50 tahun yang mengaku aktif berolahraga, pertumbuhan sel kanker payudara dapat diminimalisir dibandingkan dengan mereka yang jarang berolahraga.

swimmingwoman

Begitu pula dengan kelompok perempuan yang rajin melakukan aktivitas fisik lebih dari 60 menit saat usia mereka di atas usia 50 tahun. Risiko sel kanker berkembang hanya sedikit dialami perempuan berusia tersebut bila dibandingkan dengan perempuan yang melakukan aktivitas fisik kurang dari 60 menit setiap minggunya. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan sel kanker akan berkurang pada perempuan yang rajin melakukan aktivitas fisik di atas usia 30 tahun.

yogawoman

“Pesan yang dapat disampaikan adalah bahwa melakukan aktifitas fisik di atas usia 30 tahun kemungkinan besar berperan dalam mengurangi risiko kanker payudara,” ungkap Lisa.

Nah rekan wanita, sesibuk apapun anda, luangkanlah waktu untuk berolah raga agar payudara anda beroleh kesempuranaan kesehatan.

Siiip lah…! :)