Tampilkan postingan dengan label payudara seksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label payudara seksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2009

Payudara danTubuh Wanita

tatapan-maut

Apa sih yang dilihat dari penampilan wanita? Kepala, kaki, tangan? Saya sering mendengar celetukan teman saat melihat seorang wanita yang menyedot perhatiannya,…gila bro, bodinya!…seksi benar tu cewek!… busyet teteknya!…

Terbukti bahwa tubuh wanita yang sehat dan seksi lebih menarik perhatian lawan jenis, terutama pasangannya. Salah satu ‘komponen’ tubuh yang paling disorot adalah payudara. Maka tak heran bila payudara indah pun memberi aura keindahan ke seluruh tubuh pemiliknya.

Sepanjang sejarah, payudara sangat dihargai sebagai bagian tubuh terindah wanita di samping dikenal kemampuannya untuk membesarkan buah hati (anak-anak) mereka.

Setidaknya payudara wanita menjadi simbol bawah sadar setiap manusia sebagai kenyamanan dan keamanan - khususnya untuk pria. Walau di banyak kultur Barat - terutama di Amerika sana, sering menyalahgunakan payudara sebagai objek kekuatan erotik yang besar.

Memang tidak ada kejelasan yang pasti mengenai karakteristis untuk preferensi kultural yang terjadi akibat sosialisasi selama ini. Akan tetapi mungkin saja sikap kita yang dapat memberikan petunjuk terhadap ketelanjangan persepsi mengenai payudara.

Di sebagian negara-negara Eropa, wanita biasanya sudah tidak malu-malu lagi menutupi payudaranya saat mereka menyusui anaknya di depan publik - hal ini sangat berbeda di kota-kota besar di Indonesia kita yang masih tabu menyusui di depan umum, berbeda dengan di kampung atau di pedalaman yang belum terkontaminasi. Jadi hal seperti inilah yang membuat payudara memiliki kecenderungan untuk disembunyikan.

Faktor lain seperti model pakaian juga sangat mempengaruhi penampilan payudara. Trend mode sekarang makin membuat payudara dan tubuh wanita terlihat lebih sempurna. Dengan begini, bagian terindah di tubuh wanita ini semakin memperlihatkan daya tarik seksualnya.

Memang, wanita dan pria sama-sama menciptakan sebuah dinamika kultural terhadap payudara sebagai sebuah objek seksual. Buktinya semakin banyak saja wanita yang mengandalkan payudara sebagai daya tarik terbaiknya, sehingga tak jarang mereka yang tak puas melakukan operasi pembesaran payudara. Atau memakai wonder bra yang terkenal di Amerika untuk membuatnya lebih montok.

Di samping itu payudara memang merupakan zona erotik. Dengan lingkaran areola (daerah gelap di sekeliling puting), dan puting payudara, memiliki banyak ujung syaraf. Jika mendapatkan stimulasi yang baik, puting akan bereaksi dan mengeras (ereksi). Memang, kepekaan payudara setiap wanita berbeda-beda tergantung dari fluktuasi hormon dan faktor lainnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar wanita sangat menikmati sensasi seksual ketika pasangannya menstimulasi bagian payudara mereka selama melakukan hubungan seksual. Bahkan beberapa wanita berkemungkinan mencapai orgasme saat payudaranya distimulasi.

Pendapat pria pun berbeda-beda tentang payudara. Akan tetapi intinya, mereka sangat mengagumi dan menghargai keindahannya. “Payudara isteri saya sangat cantik. Kulitnya sangat lembut, terang dan kenyal seperti mutiara besar”, aku seorang pria, 34 tahun dan telah menikah. Pria lain ikut berkomentar. Ia mengatakan bahwa selama hidupnya ia belum pernah melihat payudara yang tidak disukainya. Untuk sebagian pria mungkin mempermasalahkan ukuran yang tepat dan ukuran yang baik. Tapi umumnya pria memandang payudara sebagai suatu keindahan dalam beragam variasi. Pada hakekatnya, tidak ada pria yang memilih menikah atau bercerai karena pasangannya berdada kecil/besar.

Ada saat di mana payudara wanita menjadi lebih besar atau lebih kecil. Misalnya saja, saat hamil, menyusui atau karena pengaruh pil kontrasepsi. Akan tetapi semua itu kembali pada individu masing-masing. Otomatis jika postur tubuh baik, maka payudara pun akan terlihat montok dan padat. Jika otot pektoralis (otot bagian belakang payudara) diperkuat dengan olahraga, maka payudara pun akan terangkat dan terlihat besar.

Saat melakukan hubungan seksual, sebagian wanita menginginkan pasangannya dapat memperlakukan payudaranya dengan lembut. Misalnya saja di bagian putingnya. Bagian ini terkenal sangat sensitif dan mudah sekali dirangsang. Umumnya wanita menginginkan sentuhan, ciuman, dan hisapan lembut pada bagian ini. Sebelum menstruasi, wanita mengalami nyeri dan pembengkakan pada payudaranya dan menginginkan stimulasi jenis lain.

Perlu Anda ketahui bahwa ukuran payudara tak mempengaruhi respon seksual. Akan tetapi sikap wanitanya yang mempengaruhi resposivitas. Tapi tetap saja payudara bukan merupakan parameter responsivitas seksual. Perlu Anda tahu juga bahwa tidak semua wanita yang putingnya ereksi berarti telah terangsang. Akan tetapi rangsangan lainnya adalah keluarnya cairan lubrikasi vagina, kemerahan di dada dan peningkatan kecepatan denyut jantung dan pernafasan.

Sensasi fisik dan aspek visual dari intermammary intercourse sebenarnya sangat merangsang sebagian besar pria. Akan tetapi jika pasangan Anda tidak merespon saat Anda menstimulasi payudaranya, bukanlah berarti ia mengalami kelainan/gangguan seksual. Perlu Anda mengerti bahwa wanita (juga pria) memiliki cara yang berbeda dalam respon seksualnya. Jadi wajar saja jika pasangan Anda tidak memiliki payudara sensitif walaupun mereka mendapatkan rangsangan yang cukup pada bagian genital atau non-genital lainnya.

Beberapa di antara mereka melaporkan bahwa sensitivitas payudaranya menurun setelah pembedahan untuk membesarkan atau mengecilkan payudara, setelah pengobatan kanker payudara, setelah kehamilan dan melahirkan, atau setelah bertambah usianya.

Sebagian wanita tidak terangsang oleh stimulasi payudara karena alasan psikologis. Sebagai contoh, mereka mungkin merasa malu akibat ukuran payudaranya, menganggapnya terlalu kecil atau terlalu besar. Oleh sebab itu, sangatlah dianjurkan kepada setiap wanita untuk berkonsultasi dengan dokter tentang masalah kesehatan payudaranya dan belajar bagaimana melakukan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan.

Rekan semua, benarlah ketika kita membaca novel “Payudara” (terbitan Melibas, Agustus 2004) karya Chavchay Syaifullah (CS). Pertanyaan pertama yang akan kita kupas adalah mengapa judulnya “Payudara”? Judul yang cukup menggoda dan membuat kita penasaran ini tentunya beralasan.

Dalam teori seksualitas yang dikembangkan oleh Freud, ia mengungkapkan bahwa pada pulsi seksual; sebutan umum untuk libido terbentuk pada saat pubertas, dan dalam kaitan yang erat dengan proses yang mengantarkannya ke kedewasaan, bahwa pulsi tersebut muncul dalam bentuk daya tarik yang tak tertahankan dari satu jenis kelamin terhadap jenis kelamin lainnya. Tujuannya adalah penyatuan seksual, atau paling tidak semua perbuatan yang mengarah pada tujuan tersebut . Payudara memang bukan alat genetikal, namun payudara mampu membuat keterangsangan, dikarenakan bentuknya yang “eye catching”, maka mempunyai daya tarik tersendiri bagi kaum pria untuk berkeinginan menjelajahinya.

Setuju…? :D

Dari berbagai sumber.

Fisiognomi Payudara, Hoki, & Karakter Wanita

gmbr-china3

Rekan semua, melihat peruntungan dari rajah telapak tangan adalah hal umum. Namun jika melihat peruntungan dan karakter seorang wanita dari payudara? Waduh, asyik donk?! Bagaimana dan apa sajakah hubungan payudara, hoki, dan karakter wanita? Berikut tulisan yang saya sunting dari Majalah Intisari…

Sungguh, di mata pakar membaca atau menganalisis tubuh, terutama payudara, banyak mempunyai arti. Gan Gie Sian (GGS), pakar fisiognomi dari zaman Tiongkok pada abad pertengahan menuturkan bahwa payudara memiliki banyak informasi tentang tabiat, sifat, dan peruntungan seorang wanita.

Sulit mencari referensi kapan cara melihat hoki melalui payudara mulai diperkenalkan. Diperkirakan metode ini sama tuanya dengan palmistri dan numerologi. Mammomancy atau Mastomancy, istilah yang lahir kemudian setelah dikembangkan pakar-pakar Barat, ternyata ada pada beberapa kebudayaan di seluruh dunia.

Menurut GGS, pakar Tiongkok kuno membagi payudara menjadi lima bentuk, yakni :
(1) bundar trepes
(2) bundar ada isinya, seperti sebagian dari bola
(3) sedikit panjang seperti terong
(4) besar dan bundar
(5) seperti buah jeruk, bundar dan kencang, sementara putingnya menghadap ke atas.

  • Bentuk keempat dan kelima adalah paling bagus. Konon, wanita yang memiliki bentuk payudara demikian, apabila air susunya cukup, akan banyak mempunyai anak sehat.
  • Bentuk ketiga, GGS mengatakan, juga baik. Anak-anaknya banyak yang sehat. Wanita yang mempunyai payudara bagus dan kencang, pertanda kesehatannya cukup baik.
  • Sebaliknya, kalau tidak berisi dan lemah, kesehatannya kurang cukup baik. Bahkan, dia tidak tahan kerja berat, lama, dan gampang bingung.
  • Selain itu, puting harus baik, bentuknya harus besar dan sedang. Yang kurang bagus, berbentuk rata atau menonjol sedikit. Diyakini, kalau bagian-bagian ini cukup baik, mereka tidak akan mengalami banyak kesusahan (Pengatahoean Mengenal Nona-nona, 1950).

Pakar lain Chao-Hsiu Chen (CHC) menyebutkan, karena payudara memberi kehidupan dan nafsu, maka keberadaan payudara menjadi tidak biasa. Di kalangan pakar fisiognomi Tiongkok, payudara mempunyai nama keren “kelopak reinkarnasi”. Payudara yang bagus, menurut CHC, bukanlah yang penuh, besar, dan seksi, tetapi apakah bentuknya sesuai dengan bagian tubuh lain hingga bisa menciptakan Feng Shui Tubuh yang positif.

Berbeda dengan GGS, CHC membagi payudara atas 12 bentuk utama. Masing-masing payudara tidak memiliki bentuk positif atau negatif. Ini hanya menyangkut selera para pria. Jadi terimalah apa adanya jika payudara Anda atau payudara isteri Anda dianggap “kurang ideal”. Setiap bentuk payudara diyakini sudah mewakili sifat dan karakter masing-masing orang dari “sono”-nya sejak manusia dilahirkan.
Ke-12 bentuk payudara itu adalah:

1. Bentuk “Mangkok nasi”
Bentuknya mencuat seperti tonjolan di atas tulang iga. Penuh dan tidak terlalu besar. Wanita dengan payudara seperti ini tegas, bertanggung jawab akan uang, dan kehidupan cintanya bebas masalah. Tetapi jika payudaranya lembut, dia cenderung memboroskan uang dan gairah seksualnya rendah. Hanya dampak positifnya, dia akan menjadi pasangan dan ibu yang menyenangkan.

2. Bentuk “Piring giok”
Bentuknya menonjol sedikit dari tulang iga. Kepribadiannya mulia dan tenang. Pemalu dan kuno, tetapi penuh pemikiran dan memiliki kecenderungan erotis.

3. Bentuk “Mangkok nasi keluarga”
Mirip dengan bentuk 1. Hanya payudaranya mencuat lebih tinggi. Kehidupan cintanya sangat sehat dan akan melahirkan anak-anak yang sehat pula. Namun negatifnya, dia bukan ibu yang baik karena sering menempatkan kepentingannya terlebih dulu. Terlebih jika putingnya sangat besar, dia kurang dapat mengendalikan diri.

4. Bentuk “Pagoda”
Bentuknya tajam dengan puting mengarah ke atas. Dia sangat atletis dan memiliki selera seksual besar. Dia juga sombong, sensitif, dan hubungan dengan anak-anak tidak terlalu akrab. Selain itu dia sangat pemurah pada pasangannya dan terkadang malah merendahkannya seumur hidup.

5. Bentuk “Pepaya”
Dada yang penuh dan berat sehingga menggantung ke bawah. Dia sering melahirkan anak-anak yang sangat sehat. Dia juga pengurus rumah dan ibu yang baik. Dia dapat bertahan dalam keadaan sulit tanpa mengeluh.

6. Bentuk “Timbangan bambu”
Hampir sama seperti bentuk 4, hanya agak menggantung. Dia tidak mengharapkan kemewahan hidup, tetapi memiliki sedikit masalah pada kesehatannya. Dia juga penuh pengertian, pemaaf, dan tidak akan menelantarkan anak.

7. Bentuk “Bel kuil”
Bentuknya besar dan penuh, mengarah agak ke bawah. Naluri keibuannya kuat. Dia sangat lembut dan menghormati ketertiban sosial. Selain sangat sentimental, dia juga tidak khawatir terhadap uang.

8. Bentuk “Melon madu”
Bentuknya bundar sempurna. Dia dapat bergaul dengan setiap orang, sangat menarik, dan luwes. Dia menikmati kehidupan di dapur, menikmati cinta, dan dicintai.

9. Bentuk “Mangga”
Bentuknya oval, menonjol sedikit dari tulang iga, dan bagian bawahnya lebih berdaging daripada bagian atas. Putingnya terkesan agak tegak. Dia percaya diri dan kasar seperti pria. Keuangannya seimbang, suka akan kesunyian, dan tidak memiliki naluri keibuan. Sangat fokus dalam usaha sehingga karirnya akan sukses.

10. Bentuk “Mandarin”
Lebih kecil daripada “melon madu”. Dia memiliki kehidupan cinta yang menarik, sabar, dan berhasil mencapai tujuan jangka panjang. Sayang, uang tidak pernah aman di tangannya.

11. Bentuk “Koin”
Bentuknya sangat datar dengan tonjolan sangat kecil. Punya dua ciri yang berlawanan, kadang seperti pria dewasa, kadang bagaikan gadis kecil. Blak-blakan dan tidak mempunyai pikiran jangka panjang. Dia selalu memerlukan bantuan dari luar agar sukses.

12. Bentuk “Kuntum bunga”
Menyerupai lengkungan datar, bagai payudara gadis di awal pubertas. Wataknya sangat seimbang, tapi kondisi fisiknya agak lemah. Kekurangan lain, dia sering tidak bertindak dewasa.
(Body Feng Shui, 2003).

Saya hanya berharap, setelah membaca tulisan ini, rekan pria jangan serta merta berbisik lembut pada pasangannya, Yank….lihat punyamu, donk? :D