Tampilkan postingan dengan label Payudara dan Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Payudara dan Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2009

Tips Perawatan Payudara Saat Hamil

pegang-perut-hamil

Rekan semua, kehamilan merupakan hal yang sangat ditunggu oleh setiap wanita telah menikah. Seorang wanita seakan menuju gerbang kesempurnaan karena mengandung penerus keluarga.

Hal yang harus diperhatikan adalah, bahwa selama kehamilan seluruh tubuh mengalami perubahan karena mempersiapkan kehidupan si jabang bayi selama di dalam rahim ibu, juga pasca kelahirannya, tidak terkecuali payudara.

Selama kehamilan payudara mengalami perubahan. Yakni lebih kencang. Merawat payudara dengan baik selama hamil akan berdampak pada produksi ASI. Berikut ini adalah tips untuk merawat payudara pada saat hamil, di bagi berdasarkan fase kehamilan.

Umur kehamilan 3 bulan
Periksa puting susu untuk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke dalam dengan cara memijat dasar puting susu secara perlahan. puting susu yang normal akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara, maka sejak hamil 3 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa menonjol. Caranya adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari, daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Dilakukan sehari dua kali se-lama 6 menit.

Usia Kehamilan 6-9 Bulan
Kedua telapak tangan dibasahi dengan minyak kelapa, kemudian pijat puting susu sampai areola mamae (daerah sekitar puting dengan warna lebih gelap) dikompres dengan minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu agar mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dengan alkohol karena dapat menyebabkan puting susu lecet.
Selanjutnya kedua puting susu dipegang lalu ditarik, diputar ke arah dalam dan ke arah luar (berlawanan jarum jam). Pangkal payudara dipegang dengan kedua tangan, lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari. Lalu pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetas. Setelah itu, puting susu dibersihkan dengan handuk kering dan bersih.

Pemijatan Payudara
Bersihkan payudara memakai air, lalu pijat memakai minyak. Pemijatan dilakukan dengan kedua tangan, sekeliling payudara diurut memutar search jarum jam can kemudian berbalik arah/ berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari bawah menuju puting, namun putingnya sendiri tak perlu di-massage karena tak berkelenjar. Usai massage, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung ruas jari.

Senam Teratur
Senam yang bisa dilakukan, posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersedakep). Kemudian tekan kuatkuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali. Yang kedua, Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang can kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.

Memakai Bra yang Pas
Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa memegang. Jangan pakai yang terlalu ketat atau longgar, tapi harus benarbenar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara.

Nah, buat rekan yang sedang menanti kelahiran buah hati selamat berlatih dengan tips sederhana ini… :)

Perubahan Fisik Payudara selama Kehamilan dan Menyusui

mimik-mama

Rekan, menyusui adalah sebuah keputusan pribadi seorang ibu yang membutuhkan kecermatan dalam meraih manfaat ASI bagi ibu dan bayinya. Menyusui memberi banyak manfaat. Membantu bayi memperoleh gizi yang seharusnya diterima di awal kehidupannya serta membantu pemulihan ibu pasca kehamilan dan melahirkan.

Sangat penting untuk diingat, menyusui akan membina “ikatan” antar ibu dan bayi. Diperkirakan sekitar 62% ibu yang menyusui anaknya. Lama pengasuhan (sebelum disapih) harus didskusikan dengan dokter, ahli gizi, dan ahli laktasi, biasanya sebelum kelahiran. Bayi yang sehat terutama karena ASI, susu botol (susu formula), atau kombinasi keduanya.

Perubahan Fisik Payudara selama Kehamilan dan Menyusui
Selama kehamilan, payudara membesar dan menjadi lebih lembek, terutama pada paruh waktu pertama kehamilan. Periode paling cepat perkembangan payudara terjadi pada delapan minggu pertama kehamilan. Seiring perkembangan kehamilan, payudara menjadi lebih kencang dan lebih nodular (jawa: mrengkel-mrengkel) karena mempersiapkan produksi air susu. Kelenjar Montgomery di sekitar areola (area berwarna gelap disekitar putting) menjadi lebih gelap dan lebih menonjol, areal pun semakin gelap.

Puting menjadi lebih besar dan lebih tegang karena persiapan produksi air susu. Pembuluh darah dalam payudara membesar membawa estrogen yang merangsang perkembangan saluran air susu serta membawa progesteron yang menyebabkan jaringan kelenjar mengembang. Prolaktin, satu hormon yang diproduksi kelenjar piyuitary, memulai peerkembangan kelenjar mammary dan memicu produksi air susu (laktasi).

Setelah kelahiran, tingkat estrogen dan progesteron berkurang dan produksi prolaktin pun turun. Payudara biasanya akan mulai memproduksi air susu tiga sampai lima hari setelah kelahiran. Selama waktu tersebut, sebelum air susu diproduksi, tubuh memproduksi kolostrum, satu cairan yang mengandung antibodi untuk membantu melindungi bayi dari infeksi.

Sebagian dokter percaya bahwa kolostrum juga mengurangi peluang bayi menderita asma dan alergi lainnya. Dalam beberapa hari, sistem kekebalam tubuh bayi akan berkembang dan bayipin tidak lagi memerlukan kolostrum.

Hormon lain yang bertanggungjawab terhadap produksi air susu adalah oxytoci, pemicu air susu yang telah diproduksi prolaktin. Saat bayi menyusu pada payudara ibunya, oxytocin membawa air susu keluar melalui puting.

Hisapan bayi memberi sinyal untuk membuat lebih banyak air susu (dengan prolaktin) dan menyalurkan lebih banyak air susu (dengan oxytocin). Tubuh ibu juga memproduksi serangkaian hormon lain (insulin, thyroid, cortisol) yang sangat berguna bagi bayi. Tubuh wanita akan terus memproduksi air susu sampai dia menghentikannya (menyapih), produksi air susu benar-benar berhenti setelah beberapa bulan kemudian.

Semua metabolisme yang begitu rumit tersusun dengan sangat indah. Tiada lain, semua itu kita sadari sebagai sebuah keangungan dan kecintaan Tuhan kepada kita, khususnya kaum hawa.

Perkembangan Payudara Selama Kehamilan dan Menyusui

hamil-maa

Rekan wanita, melanjutkan tulisan terdahulu, sekarang saya ingin menguraikan perkembangan payudara wanita selama kehamilan dan menyusui.

Payudara anda dikatakan belum akan berkembang penuh, sampai anda hamil, melahirkan dan menyusui. Perubahan payudara selama kehamilan utamanya dipicu oleh progesteron.

Progesteron menyebabkan payudara dan areola membesar dengan cepat. Seperti halnya kelenjar dan saluran air susu bertambah ukurannya, payudara anda akan mengurangi simpanan lemaknya untuk membuat ruang bagi ‘pabrik susu’ yang baru.

Meskipun level prolactin meningkat setelah delapan bulan kehamilan, progesteron mencegah produksi air susu sampai anda melahirkan. Kemudian level prolactin mencapai puncak, sementara estrogen, progesteron dan hormon pertumbuhan turun drastis, laktasi atau produksi air susu pun terjadi.

Setelah anda menyapih anak anda, kelenjar dan saluran air susu kembali mengecil ke ukuran semula, namun bisa tetap lebih besar ataupun justru mengecil, karena tidak semua jaringan lemak yang hilang kembali lagi. Jaringan konektif yag telah teregang untuk mengakomodasi pertumbuhan payudara juga meninggalkan masalah: payudara melorot.

Dari tiga tulisan saya tentang kembang tumbuh payudara wanita, anda sudah paham kan? Terdapat tiga serangkai hormon pertumbuhan payudara: estrogen, progesteron, dan prolaktin.

Estrogen merupakan hormon paling bertanggung jawab terhadap pertumbuhan payudara; karenanya estrogen pada level yang memadai merupakan langkah pertama untuk mendapatkan payudara yang lebih besar secara alami.

Jangan pernah berpikir, semakin banyak estrogen, semakin besar payudara anda. Ingat, ketika tubuh memproduksi terlalu banyak estrogen, maka reseptor akan padam untuk mengendalikan pertumbuhan. Beberapa wanita meningkatkan estrogen untuk memicu pertumbuhan payudaranya, sementara yang lain dengan level lebih rendah mendapatkan hasil yang sama. Masing-masing orang berbeda…

Ada satu hal lagi yang ingin saya tambahkan.
Estrogen yang terlalu banyak akan memberi masalah pada kita. Pada kasus ini, xenoestrogen dan hormon ‘tangan kedua’ biasanya dituduh sebagai biang keroknya. Karena berbeda dengan estrogen yang sehat dan baik yang mengisi reseptor, xenoestrogen mengambil tempatnya dan mengirim pesan beracun ke sel. Pesan acak dan kacau dapat memicu efek samping seperti PMS (Pre-menstruation syndrome), tidak stabilnya mood, dan bertambahnya berat badan. Xenoestrogen juga dapat mencegah estrogen nyata memacu pertumbuhan payudara.

Bra Untuk Persiapan Menyusui

sayngi-organ-kewanitaan-anda

Sejak hamil, sel-sel di payudara sudah bersiap memproduksi ASI, sehingga tampak berisi. Puting juga semakin lembut dan sensitif, sementara areola juga semakin berwarna gelap, bahkan kadang-kadang disertai dengan sedikit nyeri.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar payudara tetap sehat dan prima menjalankan fungsinya setelah melahirkan.

Trik memilih / membeli bra penting memperhatikan :
1.Dapat dipilih dari bahan nyaman yang dapat menyerap keringat.

2.Meyangga dengan baik. Pilih yang bertali lebar, seperti sport bra. Bra dengan jaitan belakang biasanya lebih kuat menahan payudara.

3.Bijak menggunakan bra berkawat. Bra berkawat tetap dapat dipakai ibu hamil, namun tidak diperkenankan yang kekecilan karena dikhawatirkan akan menekan dan mengganggu saluran ASI, sehingga menghambat produksi ASI. Juga, sebaiknya jangan terlalu lama mengenakannya.

4.Memilih ukuran yang pas. Memilih yang pas dan nyaman dikenakan, misalnya tidak naik turun ketika dipakai (karena longgar), juga tidak membuat sesak nafas (akibat terlalu sesak). Berfungsi sekaligus untuk menyusui. Jika membeli bra pada kehamilan trimester ke-3, dapat sekaligus memilih bra bermodel berjendela untuk memudahkan menyusui.

Merawat puting
Perawatan puting bertujuan untuk menjaga agar bagian puting tetap bersih dan menonjol, sehingga memudahkan proses menyusui. Namun, mengingat perawatan ini bisa memicu produksi hormon oksitosin, yang dapat menyebabkan timbulnya kontraksi rahim, maka perawatan puting payudara biasanya dianjurkan ketika kehamilan sudah menginjak usia 37 minggu ke atas. Jadi, jika terjadi sesuatu, maka bayi sudah dapat hidup di luar inkubator. Membersihkan puting dengan air hangat setelah mandi. Dapat menghindari dengan sabun karena akan menyebabkannya kering dan pecah-pecah, sehingga terasa perih.
Untuk menjaga agar puting tetap menonjol serta sel-sel kulit mati terlepas dari puting, dapat dilakukan hal-hal berikut :
1.Oleskan baby oil, minyak zaitun atau minyak kelapa ke ujung telunjuk dan ibu jari kanan.

2.Jepitlah puting dengan telunjuk dan ibu jari yang sudah diolesi dengan minyak tadi.

3.Melakukan gerakan memutar secara bolak-balik dengan arah berlawanan.
Melakukan hal seperti itu pada puting payudara yang lain.

4.Jika puting melesak ke dalam, dapat membeli alat khusus yang ditempelkan di seputar puting. Mungkin perlu melakukannya selama berminggu-minggu, atau sesuai petunjuk dokter, agar puting dapat terbentuk menonjol. Diharapkan bagian yang menonjol ini dapat berfungsi dengan baik ketika menyusui.

Nah, pada saat hamil ternyata urusan bra tidak hanya sekedar cocok ukurannya, namun juga memperhatikan proses yang sedang terjadi dengan kelenjar susu juga perubahan fisik payudara.

31 Tipe Bra : Bagian 2

bra2

Rekan semua, saya lanjutkan tulisan 31 tipe bra-nya. Pada tulisan terdahulu, saya telah tuliskan 10 tipe bra. Bagaimana? Apakah rekan semua sudah mencocokkan bra yang ada di rumah dengan gambar di blog artikel ini? Jika YA, seru donk!! Nah, berikut ini kembali 10 tipe bra akan saya paparkan kepada rekan semua.

11. Hand Bra
Satu teknik modelling dimana wanita modelnya menutup payudara dengan kedua tangannya. Weleh weleh….!!

Hand Bra

Hand Bra

12. Mastectomy Bra
Bra ini didesain khusus bagi wanita dalam masa penyembuhan setelah menjalani operasi mastektomi karena kanker payudara, baik satu ataupun kedua payudaranya.

Mastectomy Bra

Mastectomy Bra

13. Male Bra
Bra yang khusus digunakan oleh seorang pria yang mengalami Gynecomastia (pembesaran payudara pada pria). Digunakan lebih untuk menutup dan meratakan payudara daripada mengangkat dan menopang payudara.

Male Bra

Male Bra

14. Maternity Bra
Didesain untuk wanita yang payudaranya bertambah besar pada masa kehamilan.

Maternity Bra

Maternity Bra

15. Minimizer Bra
Bra yang didesain untuk memberi kesan payudara yang lebih kecil dari yang sebenarnya. Biasa digunakan wanita dengan ukuran payudara 34C ke atas. Kinerja bra minimizer adalah menekan dan membentuk payudara, sehingga terlihat lebih kecil 1 atau 2 ukuran di bawahnya. Sangat nyaman digunakan.

Minimizer Bra

Minimizer Bra

16. Novelty Bra
Didesain lebih untuk pertunjukan dan sesualitas ketimbang fungsinya. Bisa dibuat berbeda karena bahannya, seperti dari bulu-bulu, kulit atau bahkan batok kelapa. Atau dengan desain yang tidak biasa. Wah yang ini lucu bangeeet…!

Novelty Bra

Novelty Bra

17. Nursing Bra
Bra khusus ini didesain untuk memudahkan proses menyusui, sehingga bayi tidak kesulitan meraih puting mamanya. Pada bra tradisional, cup bra akan dilengkapi dengan pengait yang dapat dilepas saat akan menyusui. Selesai menyusui, tutup lagi, dech!

Nursing Bra

Nursing Bra

18. Padded Bra
Bra dengan “ganjal” atau padding di dalam cup branya. Bra ini didesain untuk memberi kesan bentuk yang lebih penuh pada payudara kecil. Banyak dipakai oleh gadis belasan tahun yang payudaranya baru tumbuh. Bra tipe ini cukup memberi daya topang namun tidak mampu mengangkat payudara.

Padded Bra

Padded Bra

19. Peephole Bras
Tipe bra yang memiliki lubang di cup, persis di sekitar puting. Sangat menggoda…!!

Peephole Bra

Peephole Bra

20. Push-up Bra
Bra dengan struktur khusus hingga payudara begitu terangkat dan “tertata” saling berdekatan hingga belahan payudara terlihat begitu indah. Bra ini memiliki “ganjal” atau padding busa karet atau gel silicon. Perbedaan utama padding bra biasa dengan push up bra adalah letaknya yang terpusat di bawah payudara sehingga payudara akan terangkat. Terkadang padding diletakkan terpusat di bagian luar payudara hingga padding tersebut akan mendorong payudara lebih ke tengah, dan belahan payudarapun terlihat lebih seksi. Heemmm….

Push-up Bra

Push-up Bra

Wah, wah, wah….makin banyak tahu aja ya, rekan semua. Sekarang tambah ilmu lagi nich, saat memilih bra, jika mungkin, sesuaikan dengan waktu dan baju yang akan kita pakai. Ternyata juga ada bra untuk pria dengan kondisi payudara tertentu, ya?!. Sip khan?? Hek’-eh, hek’-eh…. :)

Sampai jumpa di artikel 31 Tipe Bra : Bagian 3!